Saat ini rakyat Indonesia mengalami krisis kepercayaan terhadap para pemimpinnya. Bukan kali pertama kita menghadapi krisis, sebelumnya kita pernah mengalami krisis pangan dan ekonomi/moneter. Bahkan saat ini negara adi kuasa dan beberapa negara maju mengalami krisis ekonomi yang cukup serius. Hal ini memicu pertambahan jumlah pengangguran dibeberapa belahan bumi, seperti Amerika, Asia Utara dan Asia Tenggara.
Krisis kepercayaan bahkan menjangkiti ditingkat satuan masyarakat terkecil, yaitu keluarga. Suami mulai berkurang rasa kepercayaannya terhadap istri ataupun sebaliknya. Apakah hal ini akibat dari kecenderungan kasus perselingkuhan yang kian merebak? Saya rasa seperti itu adanya. Peran tehnologi informasi dan telekomunikasi yang kian canggih cukup besar dalam hal ini.
Bagaimana tidak? Hari ini berbagai informasi dapat diakses dengan mudah dan cepat melalui internet. Kita dapat mengakses internet melalui handphone dan atau smartphone, yang sudah dapat dimiliki oleh sekian banyak orang.
Hanya satu yang harus kita pertahankan dari semua krisis, adalah kepercayaan diri. Orang yang sakit sekalipun, boleh jadi ia tidak membutuhkan obat-obatan medis, kadang ia hanya membutuhkan untuk dibangkitkan kepercayaan diri dan keseimbangan mental emosionalnya. Dengan begitu, akan tumbuh antusiasme dan mekanisme kekebalan tubuh dengan sendirinya akan membentuk antibodi.
Kepercayaan diri hanya kita dapatkan ketika kita mampu menyandarkan dan memasrahkan segalanya pada Tuhan Sang Pemilik Tunggal. Sia-sia saja bila kita menyandarkan diri kepada selain Dia, karena yang nampak di dunia ini sejatinya hanyalah fana dan ketidak kekalan belaka. Tidak ada yang kekal di dunia ini, demikian petuah yang sudah familiar ditengah kita, dan itu benar adanya. Adakah kekayaan, ketenaran, kekuasaan, kecantikan/ketampanan atau apapun kenikmatan dunia ini yang langgeng?
Memasrahkan diri bukan berarti menyerah dan berputus asa. Pasrah berarti siap mengalami/menjalani apapun kehendak Tuhan, karena yang terjadi di kehidupan ini adalah kehendaknya semata.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar